mitsubishi

International Market Open

Economic calendar

FOREX

Rabu, 22 Juli 2015

Syntax Error Kontrol Sosial



Salah satu fungsi media massa adalah sebagai corong yang menyuarakan kontrol sosial atas segala bentuk kebijakan dan pelaksanaan peraturan oleh penguasa serta perubahan nilai-nilai moral dalam masyarakat.

Suatu bangsa yang tengah bergiat dalam pembangunan fisik dan moral tidak akan lepas dari rangkaian permasalahan sosial yang pelik dan berkonsekuensi penegakan HUKUM yang beragam. Berbicara HUKUM disini tentu saja dalam arti pelaksanaannya yang ada dalam keseimbangan dan keadilan menurut peraturan perundangan yang berlaku.

Lalu apa alat ukur yang digunakan atas keseimbangan dan keadilan tersebut?

>Penguasaan Media Massa
Suatu Media Massa bisa dikendalikan pemberitaannya jika dan hanya jika pemilik atau badan usaha media tersebut ikut andil dalam menentukan kebijakan penguasa termasuk dengan bertukar keuntungan di dalamnya. Adalah omong kosong jika suatu media dengan sukarela ingin dikendalikan pemberitaannya tanpa imbalan apapun.
Kemauan untuk dikendalikan pemberitaannya menjadi syarat dalam melindungi kepentingan pemasukan keuntungan melalui kebijakan-kebijakan yang diterapkan bersama-sama Penguasa. Maka menjadi semakin pasti bahwa produk pemberitaan akan cenderung tidak objektif. Dalam arti yang lebih jauh Media Massa kelompok ini akan bermata dua, tumpul ke kontrol sosial tetapi tajam untuk menyuarakan kepentingan Penguasa dan Lingkungannya.

>Matinya kontrol sosial
Dengan tumpulnya mata pedang ke kontrol sosial, dalam arti tidak tajam dalam menyuarakan aspirasi masyarakat atas kritik serta protes atas pelaksanaan kebijakan penguasa yang tidak memihak kepada amanat penderitaan rakyat atau kondisi ekonomi dan sosial masyarakat, maka secara perlahan dan pasti kontrol sosial ini akan mati bersama ketidak pedulian masyarakat atas sikap dan tindak-tanduk penguasa. Maka proyeksi dari kondisi ini akan menuju kepada masyarakat yang apatis dan berkecenderungan pada ketidak-percayaan pada sistem hukum yang berlaku. Hal terburuk yang dapat terjadi adalah bahwa masyarakat berevolusi menjadi hukum itu sendiri, sehingga akan termotivasi untuk mengadili dan melaksanakan hukumnya sendiri.


>Perancangan HUKUM dan Peraturan Perundangan satu arah
Penguasaan media juga menjadi corong dalam pembentukan opini di masyarakat yang berakibat pelaksanaan penyidikan hukum oleh penegaknya menjadi tidak objektif atau tidak berdasar pada kaidah penyidikan hukum yang seharusnya. Pelaksanaan Hukum dan Perundangan yang berdasar pada opini yang telah dirancang dan dibentuk oleh media ini jelas merupakan penyimpangan dari semangat kebenaran dan keadilan yang hakiki. Ini merupakan cara-cara keji dalam pembunuhan karakter dari tokoh atau kelompok masyarakat yang berseberangan pandangan poleksosbud-nya dengan Penguasa. Hal terburuk yang dapat merusak sendi-sendi Negara adalah pemaksaan evolusi hukum dan peraturan perundangan yang dimulai dengan cara mengulang-ulang dan berkelanjutan media ini membentuk opini-opini baru tentang perubahan radikal sehingga menjadikannya sebagai hal yang dibenarkan dan dilegalisasi dengan mudah menjadi produk hukum dan peraturan baru khususnya bila penguasa juga mendominasi kursi Senat,dan  pada akhirnya produk hukum itu akan berdampak menguntungkan Penguasa dalam menjalankan pemerintahan tangan besi dan monopolitik.


>Legalisasi terselubung atas kesewenangan Penegak Hukum
Dari mata orang awam akan melihat sepertinya jalan pemerintahan dari penguasa ini normal-normal saja, secara kasat mata tentang gejolak politik mengikuti gelombang besar yang tenang, padahal yang sebenarnya terjadi adalah  arus yang mematikan sedang mengalir di dalamnya. Secara bertahap penguasa membunuh karakter dan menendang keluar dari posisi strategis seluruh aktor intelektual yang berseberangan dengannya, lalu menyusun ulang jaringan kerja tersebut untuk perluasan penguasaan dan mempercayakannya kepada kader-kader yang loyal dan berani hangus untuk si penguasa. Terlihat semua seakan berjalan sesuai dengan peraturan dan demokratis, dari rakyat untuk rakyat, tetapi jika ditetliti ulang secara rinci maka plot posisi per posisi adalah proyeksi rancangan besar, cetak biru sang Maestro. Jika pada batas waktu tertentu rancangan besar tersebut terpenuhi sesuai dengan targetnya, maka terbangunlah sebuah bangsa dengan kekuatan hukum yang sepenuhnya didikte oleh penguasa, selanjutnya penegak hukum hanya akan menetapkan hukum sesuai dengan Garis  Besar Haluan Penguasa (GBHP) artinya tidak akan ada kesempatan untuk draw apalagi menang bagi siapapun yang menentang kebijakan Penguasa. Penjara adalah tempat menjinakkan penentangnya bahkan jika perlu untuk mendiamkan selamanya, namun demi terkesan halus di mata dunia, tahanan tidak disebut sebagai tahanan politik, tetapi sebagai tahanan pidana dari kasus2 korupsi, pelecehan seksual, narkoba, pencemaran nama baik dan lainnya sebagai hasil rekayasa penguasa.
Seluruh proses hukumnya nampak mengikuti kaidah tetapi faktanya adalah proses yang mengacu pada opini masyarakat yang secara sistematis telah mereka bangun sebelumnya melalui kekuatan pemberitaan media massa yang mereka kuasai.


>Membungkam kebebasan berpendapat
Media-media sosial dimana biasanya menjadi tempat masyarakat untuk berani menumpahkan kegalauan serta unek-unek atas kondisi sosial, ekonomi, ketidakpastian hukum serta kekacauan politik bangsa justru menjadi bumerang karena intervensi penguasa dalam menyerang balik masyarakat dengan cara-cara yang kotor, tidak berpendidikan, merendahkan martabat perorangan serta kelompok hingga melakukan peretasan akun, mengintimidasi pemilik akun dengan cara-cara menjijikan itu hingga penguasaan atas akun tersebut. Ini adalah cara-cara membungkam kebebasan berpendapat masyarakat melalui dunia maya yang melibatkan sejumlah orang yang disebut sebagai cyber troops si penguasa. Dari sisi lain yang dilakukan Penguasa untuk membungkam kebebasan berpendapat adalah dengan melakukan penguasaan penuh aparat keamanan dan komnas ham supaya dalam hal melibas demonstran penguasa terlindungi atau diminimumkan delik-delik pelanggaran ham yang terjadi. Penguasaan atas aparat diawali dengan peningkatan fasilitas fisik dan non fisik penanganan demonstran, normalisasi pendapatan nominal yang dapat dibawa pulang ke rumah ke standar pendapatan aparat keamanan tingkat global dsb. Antisipasi itu merupakan jaminan pemicu loyalitas aparat dalam melindungi kepentingan penguasa dengan tidak ragu-ragu menjalankan tugas yang melebihi batas-batas standar prosedur operasi seperti: pengeroyokan pada demonstran tunggal, pemukulan membabi-buta pada bagian kepala , badan dan kaki. Penembakan peluru karet dan tajam yang tidak mengacu pada standar prosedur operasi. Terkait dengan semua kejadian itu maka peran media massa yang berpihak pada penguasa akan melakukan penyiaran berupa rekaman-rekaman yang terpotong-potong yang memojokkan demonstran, mengupas habis seakan-akan demonstranlah yang tidak mematuhi peraturan, anarkis dan brutal, ini adalah suatu proses jalan pintas pencucian otak masyarakat dengan mempertotontonkan tindakan keras berlebihan aparat untuk mengendorkan niat masyarakat berdemonstrasi. Notabene media massa ini justru memutarbalikkan fakta atas apa yang terjadi di lapangan.


>Rejim Penguasa Neo Diktator
Hitler, F Castro, Saddam Husein mereka semua adalah penguasa diktator sebagai sentral pusat kekuasaan murni dan mereka adalah hukum itu sendiri, seluruh perintah mereka dalam banyak hal harus dilaksanakan tanpa mengacu kepada peraturan perundangan yang ada dengan alasan utama adalah demi kepentingan bangsa dan Negara. Mulai dari hukuman ringan hingga mati atas lawan politik hingga pembunuhan massal atas suatu suku bangsa serta kebijakan lainnya utamanya dalam politik, ekonomi serta kondisi darurat perang. Artinya seorang ditaktor memegang kekuasaan penuh dalam mengambil keputusan dan tidak perduli dengan apa dan bagaimana respon balik dari rakyatnya serta dunia. Bedanya dengan Neo Diktator adalah adanya pembagian atau desentralisasi kekuasaan kepada para loyalis dengan mandat sepenuhnya sesuai dengan ruang kekuasaannya masing-masing. Maka jelaslah dari penjelasan di atas ketika penguasa melakukan penguasaan atas media massa, penguasaan atas aparat keamanan dan hukum, dan penguasaan atas dominasi senat di parlimen semua itu akan mengerucut pada satu objektivitas yaitu DESENTRALISASI Kekuasaan Dengan Mandat Penuh kepada loyalisnya demi untuk terbentuknya "Neo Diktator" dari rejim penguasa tersebut. Cara-cara yang dilakukan oleh Neo Diktator dalam menindas rakyat atau lawan-lawan politiknya tidak nampak sebrutal diktator tetapi implikasi psikologis, material dan professional akan sama persis.

>Penyalahgunaan Wewenang dan Korupsi secara Masiv
Penguasa dalam Neo Diktator bukanlah penguasa tunggal, tetapi kolaborasi pemimpin serta petinggi partai yang menyamakan kesamaan visi dan ideologi untuk mempertahankan kekuasaan setelah unggul dalam kompetisi di demokrasi. Neo Diktator membutuhkan dana besar untuk membangun dasar-dasar ideologinya, karena itu langkah pertama dalam kepemimpinan mereka adalah mencari sumber-sumber dana besar dalam bentuk hutang tanpa merisaukan struktur bunga, dan berani mengumbar jaminan hutang dari kekayaan alam, tambang serta laut dan kepulauan. Selanjutnya dalam proses membangun dasar-dasar ideologinya mereka menggelontorkan sebagian dari hutang itu untuk membungkam sistem hukum, menemukan cara melegalisirnya dan memanfaatkan media massa pro mereka untuk mesosialisasikan kemasyarakat sedemikian rupa menjadi kemasan yang menjanjikan tetapi berisi ketidakpedulian pada penderitaan rakyat.
Setelah sistem hukum dan elemen-elemennya dikuasai secara penuh, maka pertanggung-jawaban atas penggunaan dana dari hutang besarnya bukan lagi hal yang sulit, sistem hukum yang baru muncul dari proses evolusi singkat yang didalamnya penuh dengan rekayasa genetik laporan keuangan yang dilegalisir demi memperkaya partai hingga ke petingginya. Partai2 penguasa yang memliki kekayaan besar logikanya akan bertahan dalam kompetisi dikancah politik demokrasi, tetapi yang sebenarnya terjadi adalah karena sistem hukum yang mengatur kehidupan demokrasi telah dikuasai, maka dengan sendirinya bukan lagi jiwa demokrasi murni yang terjadi dalam kompetisi dari waktu ke waktu tetapi kekayaan itulah yang telah mengendalikan bagaimana demokrasi akan berproses sesuai proyeksi penguasa ini.


>Genesis
Waktu jugalah yang merubah segala hal yang pasti menjadi tidak pasti, yang kuat menjadi lemah, yang tersembunyi menjadi terlihat walau sekuat apapun konspirasi pemimpin partai dan jaringan kerjanya, terbukti oleh waktu hutang besar yang dilakukan tidak memproyeksikan kesebandingan dengan keberhasilan pembangunan bangsa. Yang terjadi dan terlihat dari mata finansial global adalah Bangsa dan Negara ini berdiri dengan dengkul kopong, penguasa tidak mampu membayar hutang dengan bunga yang berlipat-lipat saat jatuh tempo, tanpa memperdulikan kondisi apapun pemberi hutang menuntut pencairan aset-aset berharga bangsa sesuai komitmen yang telah dibuat, atau hal yang lebih buruk bisa terjadi.
Pengambil-alihan asset berarti perubahan kepemilikan dan operator. Aset-aset bernilai tinggi dan strategis diambil alih dan dikendalikan oleh pemberi hutang, mobilisasi besar-besaran tenaga asing masuk bekerja dan mengeksploitasi sumber-sumber daya alam, menguras secepatnya dan secara menerus menikmati hasil kekayaan alam bangsa ini sampai batas waktu menurut perjanjian yang dibuat. Hutang yang sangat besar berarti memiliki jaminan yang berlipat-lipat, dan jaminan itu sekarang dimiliki oleh pemberi hutang sementara rakyat hanya mampu menonton seperti hewan piaraan yang hanya mengharapkan remah-remah makanan terjatuh dari meja hidangan pesta. Penjajahan ekonomi ini terjadi karena ambisi Penguasa sebagai Neo Diktator untuk bertahan berkuasa di atas penderitaan rakyat dan menggadaikan kekayaan alam bangsa.
Evolusi sistem hukum demi kekuasaan yang dirancang oleh Neo Diktator berdampak buruk pada Sistem hukum perlindungan atas hak-hak pribumi, globalisasi instan yang masuk ke negeri ini telah mengabaikan kekuatan pertahanan diri pribumi, benteng yang berupa struktur kuat dari saling keterikatan tradisi antara seluruh daerah telah dibombardir dan diluluhlantakkan dengan alasan demi terbukanya kepentingan pasar global serta peran internasional. Karena itu ketika rakyat terlantar dalam kemiskinan dan terdampar dalam kehidupan sosial yang buruk, segalanya menjadi sangat terlambat untuk diangkat mengingat benturan kepentingan pemberi hutang dan pasar global serta tekanan politik internasional semakin melemahkan bangsa ini. Pada titik ini bangsa ada di titik paling kritis hingga hampir terhapus dari peta dunia. Waktu ke waktu penderitaan rakyat semakin nampak membesar, kemiskinan merajalela, jurang perbedaan kehidupan sosial masyarakat menganga semakin lebar, rakyat tidak berdaya dalam kemiskinan, biaya hidup buruh ditekan semakin rendah tidak ada gejolak karena memang demikian proyeksi yang dibentuk oleh Neo Diktator, biaya buruh sangat rendah namun tidak memiliki produktivitas, disebabkan larinya investor keluar atas tekanan kreditur utama serta sangsi-sangsi global. Kriminalitas meningkat, tindakan tangan-besi aparat merajalela, tingkat ketidak-adilan di masyarakat tidak diperdulikan, suatu peradaban yang ambruk total dalam sistem hukum yg telah terevolusi.


Jumat, 06 Maret 2015

Mengapa Diam Ketika Menuju Kehancuran?

Sejak Jokowi terpilih, dalam 100 hari pemerintahannya Indonesia memperlihatkan penurunan tajam dalam ekonomi. Harga-harga barang kebutuhan pokok serta lainnya naik membumbung tinggi semakin tidak terkendali. Nilai tukar rupiah anjlok terhadap USD, dari 11,400 menjadi 13,000 rupiah.  Biaya listrik, transport, BBM, semua naik. Daya beli semakin berkurang karena nilai pendapatan semakin mengecil. Kenapa kita terus diam ketika sedang menuju kehancuran?

Jika ini dibiarkan terus, maka tidak akan cukup satu dekade untuk mengembalikan Indonesia ke kondisi semula. Dalam posisi hutang negara yang semakin besar yang telah mencapai USD 295 Milyar per Oktober 2014, dipastikan Indonesia akan mengalami kesulitan membayar hutang dalam dollar sebesar 49 milyar dollar untuk pinjaman jangka pendek yang jatuh tempo pada kuartal 1 dan 2 di tahun 2015. Ini jelas akan terjadi pengurasan 77% cadangan devisa, setelah itu rakyat Indonesia selamat berpuasa segalanya.

Senin, 11 November 2013

Skenario 666: Tahun 2019 Indonesia Mengalami Krisis Energi dan Ekonomi Terparah



 

Sebuah truk tangki pengangkut bahan bakar premium berlambang Pertamina terlihat melewati antrian kendaraan hampir sepanjang 2 km, sebelum berbelok perlahan memasuki salah satu stasiun pengisian bahan bakar di Bintaro, Jakarta. Beberapa saat kemudian, terlihat, petugas stasiun dibantu asisten supir  truk tersebut, bergerak gesit mempersiapkan pembongkaran bahan bakar premium dari tangki truk ke tangki penyimpanan stasiun.

Selama aktivitas pembongkaran, jalur pengisian yang terdekat, ditutup sementara. Di jalur yang lain, antrian panjang pengisian premium nyaris berebutan antara kendaraan roda empat dan dua. Terdengar suara gemuruh kendaraan, dan teriakan pengendara, sahut-menyahut, memaksa untuk segera dilayani petugas stasiun itu.

Stasiun itu nampak dijaga ketat oleh aparat keamanan, tidak hanya polisi, tetapi juga marinir dengan senjata otomatis lengkap bergantung di bahu mereka. Sejumlah polisi dan marinir nampak bersikap tegas menenangkan masa yang agresif, yang mencoba menerobos antrian, atau merebut selang pengisi premium dari petugas stasiun. Seorang anak muda agresif yang mencoba melakukan itu, wajahnya dihajar popor senapan marinir dan menjadi sasaran tinju pengendara lain.

Pembongkaran 30 ribu liter premium itu membutuhkan waktu sekitar 40 menit. Pembongkaran itu menjadi tampak sangat sibuk dan menghebohkan. Terlihat hamparan cahaya blitz dari puluhan kamera wartawan cetak dan elektonik, juga terdengar kegaduhan suara reporter dari hampir seluruh stasiun TV, yang berlomba menyiarkan langsung momen ini ke seluruh penjuru Indonesia. Menurut informasi yang beredar, ini adalah pembongkaran muatan premium terakhir yang dapat dijual kepada masyarakat.

Di salah satu rumah di pemukiman padat di pusat kota Makasar, seorang ibu nampak sedang menyalakan kompor untuk memasak dan mempersiapkan makanan malam untuk keluarganya. Kompor itu terhubung dengan tabung gas 3 kg yang baru saja dibelinya, melalui penjual langganan di kompleks perumahan itu. Menurut penjual, itu adalah tabung gas terakhir yang tersisa, setelah penjual sendiri mengamankan beberapa tabung untuk kebutuhan keluarganya.

Malam itu, di salah satu taman di dekat Hotel Mahakam, Blok M beberapa blok dari kantor pusat PLN, ada hampir lima ribu orang memadati tempat itu, sebagian besar duduk dan sebagian lagi berdiri mengitari taman itu, dengan seksama memandangi beberapa lampu yang menerangi taman itu. Menurut informasi, ini adalah beban listrik terakhir yang mampu dihantarkan oleh PLN sampai pukul 12 malam. Setelah itu, transmitter dan pembangkit tidak dapat berfungsi lagi, karena tidak ada lagi bahan bakar yang tersedia. Tidak ada listrik, tidak ada penerangan, tidak ada pendingin ruangan, tidak ada TV yang bisa ditonton dan mungkin hanya beberapa yang bisa menggunakan baterai dan sudah pasti bersifat sangat sementara saja.

 

Malam itu, di Klandasan, Balikpapan, di salah satu bukitnya yang memiliki ketinggian 200 meter di atas permukaan laut, yang menghadap ke pelabuhan tempat kapal tangker bongkar muat minyak mentah dan BBM, sekelompok pria tegap berdiri ditepi bukit itu memandang hening ke kejauhan arah barat. Tidak ada aktivitas di pelabuhan itu sejak dua bulan terakhir, sejak itu juga, gemerlap lampu pelabuhan telah dipadamkan. Pelabuhan itu terlihat mati, hanya sesekali terdengar dari kejauhan, hantaman ombak besar pada tepi pelabuhan itu. Dari pantulan cahaya bulan, terlihat buih putih dan riak yang berayun ke arah laut sesaat setelah ombak pecah menghantam dinding pelabuhan itu.

Dari tempat yang sama, di arah barat laut, di dalam kegelapan terlihat bayang-bayang menara-menara beton dan rangkaian besi tua pengilangan minyak Balikpapan. Tidak ada lagi gemerlap lampu pengilangan, sejak dua bulan yang lalu kegiatan di pengilangan ini dinyatakan dihentikan. Tidak ada lagi minyak mentah yang diolah dan bahan bakar minyak yang diproduksi, baik untuk kebutuhan Nasional, atau lokal sekali pun.

Malam itu, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatiluhur, yang dulunya memiliki kapasitas 187 mega watt, dijaga sangat ketat. Sejak dua bulan terakhir, mobilisasi keamanan, pemerintahan, serta pejabat Negara utama telah dilakukan sacara maraton ke kompleks Jatiluhur. PLTA ini adalah salah satu pembangkit listrik yang masih berfungsi dan diprioritaskan untuk kepentingan dan keamanan Nasional, termasuk kepresidenan. Karena itu, penggunaan listriknya hanya terbatas untuk fasilitas penting Negara, dan kompleks Jatiluhur yang menjadi pusat pemerintahan dan pengendalian keamanan Negara. Namun, menurut tenaga ahli yang terlibat dalam pemeliharaan, PLTA ini diperkirakan hanya mampu bertahan sampai 6 bulan ke depan. Hanya tiga turbin yang aktif. Tiga turbin lainnya dilaporkan semakin sering mengalami kerusakan berat, sementara suku cadang telah habis. Tidak ada lagi penerimaan suku cadang baru dari apa yang pernah dipesan. Akibat krisis minyak dunia, pabrik yang berkaitan tidak mampu lagi beroperasi, dan telah menghentikan produksinya sejak 6 bulan yang lalu.

Sejak dua bulan terakhir bahan bakar menjadi sangat mahal, kritis, dan semakin langka didistribusikan. Semua alat berat baik di pelabuhan seperti Tanjung Priok, daerah pertambangan minyak dan gas di lepas pantai Natuna, atau bijih tembaga di Irian, pergudangan Kerawang, serta di seluruh pabrik-pabrik industri kecil dan besar di Bekasi, Surabaya, dsb. tidak berfungsi lagi. Diam, dan menjadi rongsokan besi tua. Ribuan kendaraan dan truk tronton terlihat mogok di sepanjang jalan tol Jakarta – Merak, tol Jagorawi, tol Jakarta – Cikampek, jalur utara Jawa, jalur selatan Jawa, bahkan di trans Kalimantan, Sulawesi dan seterusnya mencakup seluruh wilayah Indonesia. Truk-truk itu ditinggalkan begitu saja, tercium bau tidak sedap dari bahan makanan yang diangkutnya. Menjadi rongsokan bersama besi cor yang berkarat dan semen yang membatu, serta rapuh bersama kayu bangunan yang diangkutnya. Malam itu, jalan tol dan seluruh jalan di perkotaan serta pedesaan menjadi lengang, hanya sepeda, atau gerobak, atau delman yang ditarik kuda, atau sapi yang lalu lalang.

Kondisi ekonomi benar-benar runtuh. Ini adalah krisis terburuk dalam era kemerdekaan Indonesia.

Cadangan Minyak Indonesia yang terbukti menurut data Migas tahun 2009 adalah 4.303,1 MMSTB, dan cadangan potensial sebesar 3.695,39 MMSTB. Jika diasumsikan 50% cadangan potensial menjadi terbukti maka total cadangan yang mungkin diproduksi adalah 6.150,8 MMSTB. Jumlah cadangan terbukti terus menurun sejak tahun 1980 yang diawali dengan angka sebesar 9.500 MMSTB

Cadangan Gas Indonesia yang terbukti menurut data Migas tahun 2009 adalah 107,34 TSCF, dan cadangan potensial sebesar 52,29 TSCF. Jika diasumsikan 50% cadangan potensial menjadi terbukti maka total cadangan yang mungkin diproduksi adalah 133,49 TSCF. Cadangan terbukti meningkat sejak dari tahun 1980 yang hanya pada angka 25 TSCF (Trillion Standard Cubic Feet

Saat ini Indonesia hanya mampu memproduksi minyak mentah sekitar 950 ribu barrel per hari, dimana jika diasumsikan merata 15% nya (sesuai perjanjian kerja KPS) adalah milik perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia. Kasarnya, total produksi yang dimiliki adalah 808 ribu barrel per hari. Dibanding dengan kebutuhan yang 1,3 juta barrel per hari, maka Indonesia masih perlu mengimpor sebanyak 500 ribu barrel per hari untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak dalam negeri. Sementara untuk gas alam, Indonesia mampu memproduksi sebesar 2.472 BSCF per tahun, dimana jika diasumsikan merata 30% nya (sesuai perjanjian kerja KPS) adalah milik perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia. Kasarnya, total produksi gas alam yang dimiliki adalah 1730 BSCF per tahun. Dibanding dengan kebutuhan yang 1289 BSCF per tahun, maka Indonesia masih memiliki surplus gas alam yang diproduksi sebesar 441.4 BSCF per tahun yang mungkin untuk diekspor.

Menurut sumber United States Energy Information Administration laju konsumsi minyak mentah dan gas alam Indonesia rata-rata bertambah 4,36% dan 6,98% tiap tahunnya. Jika diekstrapolasikan ke tahun 2020, maka Indonesia akan mengkonsumsi minyak mentah dan gas alam sebanyak 2.195.000 barel per hari dan 2.063 BSCF per tahun. Laju konsumsi ini meningkat seiring peningkatan laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 2,5 % per tahun atau berdasarkan data BPS populasi diperkirakan meningkat dari 237,6 juta pada tahun 2010, menjadi 304 juta pada tahun 2020.

Jika laju penemuan cadangan baru atas minyak mentah dan gas alam dianggap nol sampai tahun 2020, maka demi pemenuhan kebutuhan minyak mentah dalam negeri untuk 10 tahun mendatang sebanyak rata-rata 1,825,000 barel per hari, usia cadangan minyak hanya akan sampai pada tahun 2019. Selanjutnya, Indonesia harus mengimpor dengan harga pasar yang diperkirakan akan mencapai USD 109 per barel, yang jika dinilai dengan uang, sedikitnya Indonesia akan membelanjakan senilai USD 86 milyar dalam setahun, yang artinya sama dengan menguras seluruh cadangan devisa tahun 2010 yang adalah senilai USD 81 milyar.

Atau yang masih memungkinkan adalah mengkonversikan keseluruhan kebutuhan minyak bumi ke gas alam. Dengan anggapan jika laju penemuan cadangan baru atas gas alam dianggap nol sampai tahun 2020, dengan kebutuhan gas dalam negeri sebanyak rata-rata 1.552 BSCF per tahun dan ekivalen minyak ke gas menjadi 3.656 BSCF per tahun, maka usia cadangan gas diperkirakan bisa sampai tahun 2035. Dengan begitu setidaknya skenario_666 di atas dapat ditunda hingga 25 tahun lagi, dimana dalam kurun waktu tersebut pengembangan energi alternatif mutlak dilakukan.

Selasa, 29 Mei 2012

Bertahan dan Profit dalam FOREX

Saya hanya ingin menulis kegagalan saya dalam Forex. Faktanya dalam forex, saya sangat mudah mendapatkan profit dalam waktu singkat, namun juga sangat tidak mudah bertahan untuk jangka panjang. Bagi anda yang belum mengenal forex, saya sarankan jangan pernah mencoba. Kecuali jika anda memiliki ketidak-mapanan sikap jera seperti saya.

Transaksi otomatis dapat dilakukan dengan robot. Memodifikasi robot sehingga memiliki logika bertransaksi seperti usernya merupakan suatu hal yang dapat dipelajari. Singkatnya program robot dikembangkan berdasarkan logika yang digunakan user dalam bertransaksi secara manual. Faktanya pada saat online, robot tidak selalu dapat melakukan quote apakah itu buy atau sell atau auto closing sebagaimana seharusnya seperti yang diperkirakan. Nah itulah salah satu awal kegagalan bertransaksi dengan robot dalam forex. Sementara trading secara manual khususnya dengan time frame rendah sangat menguras energi dan konsentrasi, dan sangat riskan karena memiliki probabilitas fail yang tinggi.

Demo adalah salah satu media untuk melatih kesabaran dan mempertajam diri dalam menganalisa pairing yang menjadi favorit anda. Salah satu cara dalam melatih kesabaran adalah dengan menggunakan frame tinggi sebagai dasar pengertian anda melakukan investasi bukan gambling.

Strategi untuk panjang umur

Sebagai pemain awal dalam forex, sudah pasti anda akan mengalami jatuh dan jatuh dan jatuh....lalu jika anda masih tetap penasaran dan tetap beranggapan bahwa gain dalam forex bisa begitu mudah asal tau caranya, maka anda akan kembali belajar, riset dan observasi melalui demo. Jika anda cukup sabar mungkin anda akan menemukan pairing yang menjadi favorit anda untuk seterusnya. Saya katakan favorit karena jika anda beruntung anda akan mulai mengenal karakter dan siklusnya. Dalam arti,  profit yang anda harapkan melalui pairing tersebut semakin membaik dalam jumlah dan dalam daya tahan investasi. Jika memang anda bersungguh-sungguh ingin menjadikan investasi sebagai pendapatan tetap yang menggairahkan, maka mempertahankan usia investasi anda selama mungkin adalah penting! Capital anda, dapat begitu mudah habis seluruhnya dalam waktu yang singkat, yang mungkin tidak terbayang oleh anda sebelumnya. Itu bisa terjadi, jika anda sama sekali tidak mempunyai perencanaan, strategi, dan cara bertransaksi tertentu yang anda kuasai dan jiwai.





Mengenal secara dalam karakter pairing favorit akan mempermudah anda menemukan model transaksi teraman dan yang menjanjikan dimasa datang. Model seperti itu tentu tidak asal-asalan saja dibentuknya. Model yang baik dan berkualitas akan mungkin ditemukan melalui proses belajar yang panjang baik melalui akun ril ataupun demo. Tentunya Model yang telah anda temukan ini akan anda gunakan seterusnya sepanjang umur investasi anda. Gambar-1 di atas adalah GU chart dari pertengahan tahun 1992 hingga November 2012. Jika anda perhatikan secara seksama, maka dapat disimpulkan bahwa GU hampir mempunyai siklus tetap per enam bulan kecuali saat krisis di tahun 2003 - 2008. Siklus yang hampir tetap ini sangat membantu dalam memprediksi transaksi yang tepat dalam ukuran investasi jangka panjang.

Prediksi transaksi sebaiknya memiliki dasar kalkulasi yang akurat berdasarkan besaran LOT, beberapa titik price puncak dan dasarnya chart pairing favorit, beberapa skenario dari lamanya siklus, serta beberapa skenario dari riak chart selama perioda naik atau perioda turun.

Berapa perkiraan terbaik Ukuran LOT Maksimum dan Minimum?

Ukuran LOT Maksimum dan Minimum sangat tergantung dari maksimum swing, atau mudahnya kita sebut amplitudo normal atau standar dari grafik pairing favorit anda. Sebagai contoh jika kita rata-ratakan dan sedikit melakukan pendekatan bahwa dalam kondisi pasar normal, GU memiliki batas bawa 1.5200 dan batas atas 1.6400 artinya dalam kondisi terburuk ada 1200 pips yang menjadi unkuran apakah investasi anda masih mampu bertahan. Jika anda ingin mempertahankan 70% investasi anda saat situasi ini terjadi, dengan ketetapan bahawa 1 pip mewakili 1 USD, maka ukuran LOT maksimum yang hanya ada satu dalam semua transaksi adalah LOT max = (30% X Jumlah Investasi)/1200 yaitu 1.25 LOT, dengan asumsi besar investasi adalah 5,000 USD. Sementara untuk menentukan minimum LOT adalah dengan cara membagi MaxLOT dengan 2 sebanyak 4 kali, maka didapat sebesar 0.08 atau seluruh variasi yang akan digunakan nanti adalah 1.25, 0.73, 0.31, 0.16, 0.08 Lot.  Kenapa harus dibagi 2 selama 4 kali? karena ini adalah model pendekatan transaksi untuk keamanan investasi. Artinya dalam kondisi  terburuk ketika grafik bergerak melawan arah yang telah diperkirakan maka transaksi yang tampil dilayar hanya menampilkan seluruh muatan LOT tersebut yang totalnya hanya berjumlah 2.53 LOT (Sesuai dengan asumsi jumlah modal yang digunakan).
 
Mengapa disebut perkiraan terbaik? Anda tentu tidak ingin investasi anda dalam Forex hanya ludes atau merugi secara perlahan atau berjalan tanpa keuntungan, sebagaimana telah dijelas di awal tulisan ini. Forex adalah bisnis investasi uang dalam sektor yang bukan ril! Nah... karena bukan ril dan beresiko tinggi, maka apa yang telah dijabarkan di atas adalah suatu strategi penentuan variabel atau pendekatan matematis sederhana untuk mengkonversi bisnis ini menjadi ril sehingga dapat memberikan rasa percaya dan ketenangan dalam menjalankannya. Dengan demikian investasi anda bisa bertahan dan mendatangkan keuntungan tidak dengan prosentasi yang fantastis tetapi lebih dari cukup jika dibandingkan dengan investasi deposito atau bunga bank lainnya. 
 

Bagaimana Transaksi Dilakukan dalam Menggunakan 5 Variabel LOT Itu?

 
Bersambung...

Rabu, 09 Mei 2012

Realisasikan STNK Card Auto Debet


Foto: Kompas

Premium yang disubsidi pemerintah saat ini masih pada harga Rp 4.500 per liter dengan harga minyak dunia  sekitar US$ 115  per barel dan nilai tukar rupiah 8.900,- per US$.
Pada 15 Mei, 2008 saat nilai tukar rupiah 9.300 per US$ harga minyak dunia mencapai US$ 126 per barel,  saat itu Pertamina merilis harga Premium sebesar Rp 7.780 per liter.

Harga premium Rp 4.500 sebenarnya harga yang didasarkan pada perhitungan APBN 2009, dimana harga ini digolongkan sebagai harga tanpa subsidi yang dimungkinkan oleh harga minyak dunia saat itu US$ 45 per barel, dan nilai tukar rupiah pada 11.700 per US$.
Seorang pengamat saat itu malah berpendapat dengan asumsi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah demikian, harga keekonomian yang lebih tepat bagi premium adalah berkisar Rp 3.500 per liter.

Pada APBN 2011 asumsi nilai tukar rupiah yang digunakan adalah 9.200 sementara asumsi harga minyak dunia yang digunkana adalah US$ 80 per barel. Jika dikonversikan 1 barel minyak mentah dunia (156 liter) nilainya menjadi (80 x Rp 9200)/ 156 = Rp 4.718 per liter  belum mencakup biaya produksi premium.

Dengan menggunakan biaya produksi dan hal-hal lain yang terkait perliter premium adalah 10% dari Rp 4.718 maka secara kasar harga premium menjadi (1.1 x Rp 4.718) mendekati Rp 5.190,- .

Jika cara hitungan yang sama digunakan untuk kondisi aktual hari ini maka didapat harga premium yang sebenarnya adalah ((115 x 8.900)/156) x 1.1 = Rp. 7.217,-. Artinya pemerintah tekor Rp. 2.717,- setiap liternya.

Dengan kondisi aktual per hari ini, maka harga premium tanpa subsidi semestinya sebesar Rp 7.217,- artinya pada saat ini pemerintah telah mensubsidi Premium sebesar Rp 7.217- Rp 4.500 = Rp 2.717,- per liter atau ada kenaikan sebesar Rp 2.027,-  per liter dari APBN 2011.

Jika kondisi aktual hari ini bertahan sepanjang tahun 2011, dengan konsumsi nasional premium per hari sebanyak 56.000 Kiloliter, maka setiap harinya pemerintah akan mensubsidi sebesar 56.000.000 x Rp 2.717  hampir 152 miliar atau 56 triliun rupiah setahun.

Sekaranglah saatnya menyatakan subsidi hanya lebih tepat jika diberikan kepada angkutan umum saja. Mari kita asumsikan jumlah angkutan umum pada 2010 mencapai 20% dari proyeksi data BPS 10.690.000 atau sekitar 2.138.000 kendaraan, setiap angkutan umum bergerak dengan kecepatan 20 km per jam selama 10 jam sehari dengan konsumsi premium 1 liter per 11 km, dan beroperasi sebanyak 315 hari dalam setahun, maka pemerintah sebenarnya hanya perlu mensubsidi premium sebesar (2.138.000 kendaran X  (20 km/jam) x 10 jam X 315 hari X (1/11) liter per km = 12,2 juta kiloliter) atau mencapai 12,2 Juta kiloliter X Rp 2.717 atau sekitar Rp 33 triliun saja atau setidaknya bisa menghemat sebesar Rp 23 triliun.

Agar subsidi ini bisa berjalan di lapangan sebagaimana yang diharapkan, maka perlu dilakukan konversi dari STNK convesional ke STNK Card Auto Debet (STNK CAD) yang hanya khusus diterbitkan untuk angkutan umum, di mana pemerintah, kepolisian, direktorat pajak dan bank pemerintah bekerja-sama secara terpadu dalam merancang, menerbitkan STNK CAD serta dalam melaksanakan pengawasan pendebetan otomatis di lapangan.

Sebagai contoh, dari perhitungan di atas, untuk harga premium tanpa subsidi Rp 7.217, satu angkutan umum akan mendapat subsidi premium sebesar Rp 33 T/2.138.000 = Rp 15.500.000 per tahun. Maka pada setiap tahun perpanjangan STNK CAD, pemilik angkutan umum akan mendapatkan STNK CAD yang diterbitkan bekerja sama dengan bank pemerintah, dimana pada STNK CAD tersebut telah di kreditkan kan senilai (Rp 15.500.000 di kurangi pajak perpanjangan STNK CAD-nya).

Selanjutnya angkutan umum setiap kali melakukan pembelian premium hanya akan membayar (Rp7.217- Rp 2.717) X jumlah liter yang dibeli. Jika ia membeli 10 liter maka dari STNK CAD nya akan di-debet-kan senilai Rp 27.170 dan ia hanya mengeluarkan uang sebesar Rp 45.000.
Demikian seterusnya sampai nilai uang STNK CAD nya habis digunakan dalam satu tahun. Jika nilai STNK CAD tersebut telah habis, maka sampai masa pembayaran pajak tahun berikutnya, ia harus membeli premium dengan harga Rp 7.217.-

Untuk menerapkan model ini tentu saja akan memerlukan perubahan pelayanan secara masif di pompa bensin, dalam arti memungkinkan terjadinya transaksi elektronik perbankan dengan hambatan seminim mungkin. Untuk lebih memudahkan, ada baiknya STNK CAD ini didisain sedemikian rupa, sehingga dapat diterapkan pada sebagian besar mesin debet beberapa bank. Namun demi tujuan dapat memanfaat  sekitar 23T  lainnya untuk hal-hal yang lebih bermanfaat pada masa-masa berikutnya, perubahan ini tentulah cukup kecil dibanding perbaikan yang terjadi di masa datang.

Sabtu, 05 Mei 2012

Hapuskan Subsidi Premium untuk Sepeda Motor - Menghemat Rp 32 Triliun


BBM Premium yang disubsidi pemerintah saat ini selisih harganya mencapai Rp 2000  lebih murah dari Pertamax.  Pertamax adalah BBM yang mempunyai  oktan 91 atau 92, sedangkan Bensin hanya 87. Dengan harga itu, tentu saja orang semakin terdorong menggunakan Premium. Saat ini di Indonesia ada banyak kelompok kendaraan, dari standar sampai ke jenis mobil mewah.

Dari data BPS bisa diperkirakan pada akhir tahun 2010 jumlah mobil penumpang dapat mencapai 10.690.000 kendaraan, dan sepeda motor mencapai 51.696.000 kendaraan.

Kuota Premium yang tercakup dalam kuota nasional BBM bersubsidi dalam APBN 2010 adalah 20,6 juta kiloliter (59%), dan kuota nasional BBM non subsidi per tahun dapat diestimasi dari jumlah konsumsi harian, menurut posisi stok BBM nasional per 21 Desember 2009. Secara perhitungan kasar didapat, konsumsi Pertamax dan Pertamax Plus masing-masing adalah 494.000 dan 86.000 Kl per tahun.

Dari kedua informasi tersebut dapat di hitung secara kasar, bahwa jumlah mobil penumpang pemakai Pertamax dan Pertamax Plus diakhir tahun 2010, masing-masing mencapai 210.310 dan 37.000 unit. Dari kedua data ini, secara kasar dapat dihitung pula jumlah kendaraan pemakai premium: (10.690.000-210.310-37.000)= 10.442.690 kendaraan penumpang, dan 51.696.000 sepeda motor.

Dari dua jumlah kendaraan itu,  jika diasumsikan pemakaian premium untuk kendaraan penumpang dan sepeda motor masing-masing adalah  11 km /lt dan 35 km/lt, maka total BBM bersubsidi (premium) yang dibutuhkan dalam setahun adalah 35,1 juta kiloliter lebih banyak dari 20,6 juta kiloliter kuota yang ada dalam APBN 2010.

Dalam APBN 2010, pemerintah mematok subsidi BBM sebesar Rp 68,7 triliun atau porsi untuk premium kira-kira (59% x Rp 68,7 triliun) = Rp 40,6 triliun, dengan asumsi harga minyak dunia $ 65 per barel.
Jika asumsi harga minyak dunia dianggap tetap $ 65 per barel, maka dengan kebutuhan 35,1 juta kiloliter di atas, subsidi untuk premium di tahun 2010 diperkirakan menjadi 1,71 x Rp 40,6 triliun = Rp 69,2 triliun atau meningkat sebanyak Rp 28,4 triliun.

Jika perhitungan ini menjadi kenyataan, maka defisit APBN 2010 bisa melonjak dari Rp 98 T  menjadi Rp 126,7 T dengan patokan harga minyak dunia dan kurs rupiah yang digunakan dalam perhitungan APBN diasumsikan tetap.

Pemakaian BBM yang berlebihan, khususnya BBM yang disubsidi oleh pemerintah adalah bentuk pemborosan uang dan sangat menyia-nyiakan energi yang mahal tersebut. Meski laju pemilikan kendaraan bermotor pemakai BBM bersubsidi dapat ditekan sebanyak 70 persen pun, pemerintah  tetap perlu mensubsidi sebanyak Rp 67.3 T atau hanya menurunkan Rp 1,9 T saja.

Dari pembahasan di atas, sepeda motor menggunakan 16,1 juta kiloliter Premium pada tahun 2010, atau menggunakan subsidi sebesar Rp 32 T. Jika pemerintah bisa menerapkan peraturan yang membatasi penggunaan BBM bersubsidi oleh sepeda motor, maka pemerintah bisa menghemat Rp 32 T di tahun 2010!

Jumat, 30 Desember 2011

Hasil Survey Indo Barometer atas Orba dan Soeharto, Kontroversial

Hasil survey ini dipublikasikan di KOMPAS.com pada Minggu 15 Mei, 2011. Mengundang pro dan kontra pembacanya. Hasil survey menyatakan bahwa “Orba lebih baik” dan “Soeharto, Presiden yang paling disukai” mengundang komentar cemooh selain juga pembenaran atas survey tersebut. Kelompok yang menyatakan pembenaran atas survey adalah mereka yang memiliki hak menyatakan pendapatnya secara terbuka, dan pastinya pada masa kini dilindungi oleh undang-undang.  Kelompok ini secara umum menyatakan bahwa di era Soeharto dan Orde Baru nya, stabilitas politik, keamanan dan ekonomi Indonesia,  jauh lebih baik ketimbang di era reformasi ini. Lebih jelasnya pada masa itu masyarakat lebih mudah mendapatkan uang, harga sandang-pangan lebih murah di banding era sekarang.

Persoalan sebaliknya, bagaimana jika pada masa Orde Baru dilakukan survey dengan tingkat kebebasan seperti Indo Barometer melakukannya saat ini, apakah mungkin pendapat atau komentar yang vokal dimuat di media masa pada saat itu, katakanlah mesin waktu membawa kita ke tahun 1988 dimana survey itu misalnya dilakukan.

Apapun itu, kontroversial yang terjadi sebenarnya merupakan cermin yang riil dari kondisi masyarakat saat ini. Bagi 1200 reponden yang mengikuti survey ini, bagaimanapun metoda penentuannya, sepenuhnya bergantung kepada bagaimana niat surveyor sesungguhnya dan apa tujuan dari survey ini dilakukan. Jika 1200 responden dipilih secara sistematis agar memberikan hasil survey sesuai ekspektasi, maka pola masyarakatnya pun sudah jelas yang mana yang bisa di random, demikian juga sebaliknya.

Jika tujuan dari hasil survey ini untuk membangkitkan rasa nasionalisme, maka dari semua komentar yang muncul dipermukaan, terbukti survey ini bukanlah cara yang terbaik. Ada banyak cara untuk membangkitkan rasa nasionalisme. Bahkan itu seharusnya dimulai dari bangku sekolah, mulai dari tingkat terendah, seperti pengembangan kurikulum sekolah untuk lomba membaca dan karya tulis yang membangkitkan rasa nasionalisme. Mengembangkan secara detil cerita sejarah nasional. Pembahasan karakter-karakter pejuang yang dapat dijadikan contoh. Dan sebagainya. Jadi tidak ada gunanya menciptakan kontroversial, yang justru menjadi penghambat dalam mencapai cita-cita bersama menuju masyarakat adil dan makmur.

Selasa, 06 Desember 2011

Kerendahan Hati dalam Ketulusan Memohon dan Memaafkan

Foto: Inmagine
Konflik dalam diri karena perbedaan pandangan atau prinsip prilaku, baik dengan orang terdekat maupun sekelompok orang lainnya, adakalanya hadir menguasai ruang kedamaian dalam rutinitas strategi pemahaman dan kegiatan seseorang. Konflik akan ada dalam ambang yang tidak terkendali selama status pembenaran diri dan mempersalahkan yang lain belum mencapai titik temunya. Semakin seseorang ingin mendorong atau memunculkan rasa pembenaran dirinya, semakin besar pula ruang kedamaiannya dikuasai. Jika konflik terus berlarut, seseorang dapat masuk pada kondisi depresi (kemuraman hati, kepedihan, kesenduan, keburaman perasaan).

Di bagian awal, konflik umumnya disertai dengan ketegangan dan sifat emosional yang tinggi. Konflik meningkat menjadi pertentangan yang permanen ketika tidak ada titik temu bagi pendekatan kesepahaman pandangan. Pada situasi ini disebut kebuntuan. Hidup dalam kebuntuan yang berlarut-larut sama dengan menunda solusi yang permanen bagi konflik itu sendiri. Penundaan solusi permanen sebenarnya merupakan satu cara penyiasatan  dalam penyelesaian konflik. Siasat itu intinya, memberikan waktu untuk membuka ruang kedamaian seseorang agar melanjutkan hidup dengan dan menyiasati konflik itu sampai kemudian menyadari secara utuh kebuntuan itu ketika ketegangan telah mereda. Dengan siasat ini, sebelum ketegangan mereda, untuk sementara ruang kedamaian masih bisa ditoleransi meski tidak seutuhnya kembali pada kondisi normal.

Penyelesaian konflik dengan satu titik temu kesamaan pemahaman dan pandangan tidak selalu terjadi. Penyelesaian permanen bagi konflik tanpa satu titik temu disebut ketidaksepahaman. Pada tingkat konflik tertentu akan memerlukan legalitas hukum.

Pribadi yang berlarut-larut menyiasati dan mempertahankan konflik, tanpa solusi permanen, perlahan dan pasti masuk kedalam kondisi psikologis yang depresi. Bila diteruskan kehidupan seperti ini, dan diacuhkan oleh lingkungan, atau tidak perduli dengan perhatian lingkungannya, akan dapat menggiring pribadi ini pada kondisi psikologis frustrasi.  Kondisi frustasi yang akut dapat menuju kepada kondisi sakit jiwa.

Kerendahan hati dalam ketulusan memohon dan memaafkan, adalah kunci utama penyelesaian konflik. Kata maaf yang tulus memiliki daya magis untuk melunakkan hati yang keras, bahkan mampu menggetarkan jiwa, hingga sekuat apapun seseorang, tak akan mampu membendung tetesan air mata saat hanyut dalam kesadaran akan kekurangannya.

Senin, 05 Desember 2011

Tubuh-tubuh Diikat dan Perut Melilit

Tadi pagi buta ketika baru saja melintasi pemakaman tanah kusir, aku dikejutkan oleh sepeda motor yang melaju kencang memotong dari samping kanan kendaraanku. Aku sempat mengumpat juga sedikit saat menghindarinya.
Aku lebih terkejut lagi ketika melihat ada beberapa tubuh kecil lunglai tak berdaya diikat, dan dipaksa dimuat bertindihan di bagian depan motor yang dikemudikan kencang oleh pria sangar dengan pakaian serampangan. Aku sempat memperhatikan kalau tubuh-tubuh itu seperti bergerak lunglai dengan mulut ternganga dan ludah dan liurnya bercucuran. Melihat tubuh-tubuh itu, aku jadi trauma dan perutku langsung melilit…
Penasaran aku lantas mempercepat kendaraanku dan berusaha tetap berada di samping kiri motor itu. Pengendara motor itu lantas menatap tajam padaku.  Tepat di lampu merah pasar kebayoran kami berhenti bedampingan. Pengedara motor itu nyengir dan menatapku dengan antusias dan dingin. Saking penasarannya aku lantas bertanya: “Bang…ayamnya dijual?”

Minggu, 04 Desember 2011

10 Tolak Ukur Kemakmuran dan Kesejahteraan Rakyat Indonesia




Diunduh dengan Google
Perhatikanlah tempat penumpukkan sampah di TPA Bantar Gebang - Bekasi. Jika di sana telah berdiri pabrik yang mengolah sampah menjadi bahan industri bernilai ekonomi, dan  nampak sibuk dengan melibatkan sejumlah buruh yang memadai, serta tidak nampak lagi gerombolan pemulung yang mengais-ngais sampah itu. Jika tidak ada lagi pemulung dan keluarga yang tinggal di sekitar kubah sampah Bantar Gebang, itulah tanda  pertama.

Setidaknya lapisan masyarakat yang tadinya membiayai kehidupannya dari hasil memulung, telah beralih ke hasil pekerjaan melalui program penyediaan lapangan kerja pemerintah. Dengan penghasilan yang tentunya memenuhi standar hidup minimum menurut acuan PBB.
Diunduh dari hasil pencarian dengan Google
Diunduh dari hasil pencarian dengan Google

Selanjutnya, jika tidak terlihat lagi penumpang kereta Jabotabek yang berdesakan, atau tidak ada lagi yang bergantungan di pintu kereta, atau tidak ada lagi yang memaksa duduk di atas gerbong kereta, atau tidak terlihat lagi kesemrawutan di terminal bus antar kota, atau tidak terlihat lagi kemacetan total di jalan protokol atau kota-kota besar, itu adalah pertanda kedua.

Setidaknya itu bisa berarti pemerintah telah berhasil meningkatkan pelayanan transportasi yang terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah.
Selanjutnya, jika tidak ada lagi subsidi BBM untuk transportasi bukan angkutan umum, itu adalah pertanda ketiga.
 
Setidaknya itu bisa berarti, pemerintah berhasil meyakinkan masyarakat bahwa dana subsidi BBM tersebut lebih tepat dialokasikan untuk kepentingan masyarakat yang benar-benar membutuhkan, seperti peningkatan pelayanan sosial, jaminan pelayanan kesehatan, pendidikan yang murah, serta penyediaan lapangan kerja baru dan kesinambungannya.

Selanjutnya, jika tidak ada lagi  perkampungan kumuh di sepanjang pinggiran kali di perkotaan maupun pedesaan, serta tidak ada lagi deretan jamban  yang berdiri sepanjang kali itu, serta air kali mulai terlihat jernih sepanjang tahun, demikian juga dengan air bersih yang tersedia melimpah bagi masyarakat bawah, itu sebagai pertanda keempat.

Diunduh dari hasil pencarian Google

Setidaknya itu bisa berarti, pemerintah telah berhasil melakukan penyuluhan hidup yang higenis serta menyediakan fasilitas air bersih gratis bagi masyarakat bawah. Setidaknya juga berarti masyarakat telah menyadari untuk hidup yang berkualitas bersamaan dengan pembenahan kondisi ekonomi yang terus meningkat, dalam arti pemerintah telah berhasil mendispersikan ketersediaan lapangan kerja sampai ke daerah-daerah terpencil.

Selanjutnya, jika tidak terlihat lagi sampah tumpah-ruah mengapung di parit atau kali Sunter yang hitam, atau di sungai Ciliwung, atau tumpukan sampah yang bau di samping pasar Ciputat dan sebagainya. Itu bisa sebagai pertanda kelima.
 
Setidaknya itu bisa berarti pemerintah telah berhasil dalam manajemen penanganan sampah, mulai dari pembinaan pada masyarakat, pembaharuan armada dan jadwal pengangkutan, pemilihan tempat pembuangan, pengembangan teknologi pengolahan sampah, serta pemanfaatan hasil pengolahan sampah dalam pembangunan yang terpadu.

Selanjutnya, jika tidak terlihat lagi anak-anak jalanan atau pengemis yang mengetuk jendela mobil, atau orang-orang yang menawarkan jasa membersihkan kaca mobil saat berhenti di kemacetan atau di lampu merah. Itu sebagai pertanda keenam.

Diunduh dari hasil pencarian Google

Setidaknya itu bisa berarti pemerintah telah berhasil menangani masalah-masalah sosial, menegakkan peraturan perundangan yang berlaku, menyediakan tempat tinggal, santunan dan bimbingan sosial bagi
Kompas
Kompas

kelompok masyarakat ini untuk bisa mandiri, dan selanjutnya menyediakan lapangan kerja dengan penghasilan yang memadai untuk mencegah kembalinya masyarakat ini ke jalanan.

Selanjutnya, jika tidak terdengar lagi berita TKI yang akan dihukum mati atau TKW yang diperkosa oleh majikannya di Malaysia, atau Arab Saudi, atau di Singapore dsb. Atau jika tidak terdengar lagi berita ribuan TKI Ilegal dan Tidak Ilegal dipulangkan paksa oleh Malaysia, maka itu bisa sebagai pertanda ketujuh.

Setidaknya itu bisa berarti pemerintah telah berhasil meningkatkan pendidikan formal masyarakat ketingkat profesional yang lebih kompetitif serta bermartabat. Setidaknya juga bisa berarti pemerintah berhasil dan mampu menyediakan lapangan kerja untuk lapisan masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah namun dengan penghasilan yang kompetitif dengan negara-negara tujuan kerja TKI.

Selanjutnya jika tidak terdengar lagi pergesekan antar umat beragama dalam kebebasan menjalankan dan mendirikan tempat-tempat ibadah, atau tidak terdengar lagi bentuk-bentuk intimidasi, maka itu bisa sebagai pertanda kedelapan.

Setidaknya itu bisa berarti pemerintah telah benar-benar menjalankan tugas sesuai yang digariskan dalam UUD 45, atau setidaknya telah terbentuk kedewasaan sikap dalam masyarakat untuk mentaati peraturan perundangan yang berlaku.

Selanjutnya jika tidak terdengar lagi kasus penyalah-gunaan wewenang, atau tidak lagi ditemukan kasus-kasus manipulasi perkara peradilan oleh pejabat negara serta oknum masyarakat yang berkonspirasi yang dengan sengaja memicu kepada penyelewengan keuangan negara, maka itu bisa sebagai pertanda kesembilan.

Setidaknya itu bisa berarti pemerintah dan jajarannya secara sungguh-sungguh telah menegakkan supremasi hukum, seadil-adilnya menurut hukum dan perundangan yang berlaku dengan demikian juga meminimumkan keraguan akan kepastian hukum yang mungkin terpikirkan ditengah-tengah masyarakat.

Selanjutnya, jika jumlah penduduk miskin turun dari 32.520.000 (14,15%) ke prosentase yang dapat dianggap wajar menurut ukuran Bank Dunia. Demikian juga dengan pendapatan perkapita Indonesia tahun 2009 jika dapat meningkat lebih besar dari 2.590,1 USD , maka itu bisa sebagai pertanda kesepuluh.

Setidaknya itu bisa berarti pemerintah berhasil dalam program-program ekonominya, apakah melalui perbaikan stimulan untuk masuknya modal asing maupun penerapan kebijakan baru atas regulasi perbankan maupun pajak bagi usaha industri menengah ke bawah.

Jadi, jika sepuluh tolak ukur ini belum semuanya ada dalam kehidupan masyarakat Indonesia, artinya kita masih dalam perjalanan mendaki daratan terjal menuju kemakmuran dan kesejahteraan.

Jumat, 02 Desember 2011

Sudah Waktunya Beralih dari Bahan Bakar Fosil



Harga minyak dunia yang terus bergerak naik yang pada hari ini telah mencapai US$ 122,36 untuk Brent Crude Oil,dan US$ 109,39 WTI Crude Oil, jika tidak kembali ke harga kisaran US$ 80 jelas akan memberikan dampak buruk pada iklim perekonomian kita. Ketidak mampuan pemerintah untuk meningkatkan produksi minyak menunjukkan bahwa cadangan bahan bakar fosil kita sudah semakin menurun, jika menurut Menteri ESDM minyak kita masih mungkin diproduksi hingga 23 tahun lagi, maka menurut saya, dengan laju konsumsi seperti sekarang dan jumlah cadangan saat ini, maka produksi minyak kita hanya tinggal 7 tahun lagi. Tapi siapalah saya, apa untungnya mempercayai kalkulasi atas dasar asumsi yang saya buat.

Sekali lagi tentang kalkulasi. Mundurnya beberapa pejabat BPMIGAS berkaitan dengan ketidakmampuan mengkoordinasi KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) untuk meningkatkan produksi merupakan sinyal utama bahwa produksi minyak hampir tidak mungkin ditingkatkan lagi. “Bulan madu sudah berakhir kawan! Wake up man…” Mundurnya pejabat BPMIGAS karena pencapaian produksi 907 ribu barel dari 970 ribu yang ditargetkan mungkin merupakan pencapaian yang tertinggi hingga 7 tahun mendatang. Di tahun-tahun mendatang jelas jumlah kebutuhan dalam negeri akan terus meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk yang menukik tajam dengan laju pertumbuhan 2,5% per tahun. Saat ini komsumsi dalam negeri telah mencapai 1,3 juta barrel per hari dan akan terus meningkat hingga 2,2 juta barrel pada tahun 2020, dimana pada saat itu jumlah penduduk Indonesia telah mencapai 304 juta jiwa.

Logikanya, semakin tinggi produksi yang ingin dicapai, semakin cepat pula cadangan minyak kita terkuras. Persoalan yang lain adalah saat ini pemerintah setiap harinya harus menombok sekitar 550 ribu barrel untuk konsumsi dalam negeri mengingat 15% dari total  produksi 907 barrel itu milik KKKS. Jika dihitung dengan harga minyak sekarang, katakanlah dengan harga WTI Crude Oil, maka sedikitnya pemerintah membelanjakan US$ 60,2 juta setiap harinya. Dengan kurs rupiah 8.650 per dollar maka belanja pemerintah itu mendekati 1/3  biaya gedung DPR yang akan dibangun itu.

Logikanya, semakin mudah persyaratan memiliki kendaraan bermotor, semakin banyak masyarakat memilikinya. Semakin lama BBM subsidi dipertahankan, semakin boros masyarakat menggunakannya. Semakin  boros BBM subsidi digunakan, semakin tinggi konsumsi bahan bakar dalam negeri. Semakin tinggi konsumsi minyak dalam negeri, semakin besar belanja pemerintah. Semakin besar belanja pemerintah untuk kebutuhan konsumtif, semakin besar penggunaan cadangan devisa. Akhirnya, cadangan devisa akan semakin kecil.. dan secara pasti, perekonomian kita akan semakin runtuh pada titik terendah, disaat minyak mencapai harga tertinggi, disaat kita harus membeli seluruh kebutuhan minyak dalam negeri, maka saat itu kita harus berhutang untuk membeli minyak demi kebutuhan konsumtif masyarakat yang telah dan terus dimanjakan bertahun-tahun dengan subsidi, demi apa yang yang disebut dengan “mempertahankan stabilitas politik”. Hutang-hutang itu pun tentunya didisain sedemikian rupa oleh pemberinya yang selanjutnya akan menjadi beban yang pada saatnya  nanti tidak mampu kita atasi lagi. Hingga akhirnya, bangsa ini menuju pada penghancuran yang mendasar, keterpurukan ekonomi, dan resiko perpecahan dari negara kesatuan yang selama ini berusaha dipertahankan.

Saat ini, sebelum terlambat, tidak ada yang lebih baik daripada menghentikan subsidi BBM! Penghentian ini akan memicu masyarakat Indonesia untuk kreatif menemukan bahan bakar alternatif, inovatif dalam teknologi terapan yang efektif dalam mengkonsumsi BBM yang mahal.

Ketika terpuruk dalam kemiskinan dan tekanan penjajahan, sejarah membuktikan bahwa bangsa ini mampu untuk tetap bertahan hidup. Kreatif, hingga masyarakat pedesaan pada waktu itu mampu menemukan bambu menjadi sayuran yang lezat (rebung). Atau apapun yang dari hewan potong tidak ada yang terbuang, mulai dari rujak jingur sampai sop buntut dan kerupuk kulit hingga sambal goreng darah. Sejak jaman Empu Gandring, kita adalah bangsa yang memiliki kemampuan mengolah metalurgi tingkat tinggi, hingga mampu memproduksi keris dari bahan campuran logam yang sebenarnya dalam mengolahnya membutuhkan kondisi tekanan dan temperatur tertentu. Namun bangsa kita, dengan hanya memanfaatkan keahlian dan teknologi tradisional, mampu memproduksi metal, keris yang memiliki kualitas yang bertahan berabad-abad.

Saatnya untuk bangkit dari kemalasan dan kemanjaan akibat penerapan BBM bersubsidi. Saatnya mendepak alasan-alasan klasik yang dapat muncul jika subsidi dicabut, seperti kerusuhan sosial, ketidakstabilan politik, dan sebagainya. Hentikan pembodohan. Bangkit, kembalilah pada karakter dasar bangsa yang kreatif dan inovatif. Temukan energi-energi baru yang ramah lingkungan, murah dan dapat diperbaharui. Sudah waktunya beralih dari penggunaan bahan bakar fosil yang mahal, dan yang jelas-jelas telah menjadi penyebab utama pada masalah pemanasan global.

Rabu, 30 November 2011

Mengapa Semakin Amburadul?

Foto: Kompas
Dengan didampingi pengacaranya, Gayus membacakan pengakuannya di luar sidang setelah vonis Hakim. Dengan pengakuan itu membuat kita semakin pasti bahwa  alangkah bobroknya proses penyelesaian hukum di negeri ini. Hari ke hari, borok demi borok yang terkuak menggiring masyarakat pada satu kesimpulan bahwa mereka yang telah disumpah untuk mengabdi, ternyata telah bersumpah palsu dan berhianat kepada bangsa dan negaranya.

Kasus-kasus seperti Gayus, Century, dan Antasari telah menjadi peralatan perang dan tameng pertahanan  para kemaruk kekuasaan di balik partai-partai besarnya. Dalam kesabarannya rakyat hanya menonton sambil menutup hidung mencium aroma busuk yang semakin memuakkan.

Jika rakyat terus digeber dengan masalah dan motif yang sama secara berulang, dan secara menerus tidak juga ada solusi  standar menurut peraturan perundangan yang berlaku,  maka  prilaku politikus kampret ini bisa menjadi pemicu rakyat  mencapai tingkat kebingungan yang tidak terkendali. Jika ini terjadi, maka yang mencuat adalah mosi tidak percaya kepada proses dan sistem yang diterapkan.

Belajar dari sejarah Ceko, tingkat kebingungan dan frustrasi yang akut atas sistem pemerintahannya telah memicu  rakyat untuk turun ke jalan dan melakukan persidangan dengan caranya sendiri. Tentu saja kita tidak ingin itu terjadi di negeri tercinta ini.

Negeri ini, negeri yang penuh cinta dan kesabaran. Entah bagaimana para politikus kampret ini mendapatkan genetiknya, sehingga yang menonjol adalah sifat penghianatan terhadap cita-cita luhur negeri ini. Penghianatan atas sumpahnya sendiri dalam berkomitmen meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan bangsa.

Dari kasus-kasus ini masyarakat semakin pasti menilai bahwa apa yang mereka perjuangkan tidak lebih dari memuaskan diri sendiri, mengejar, mempertahankan dan menikmati kekuasaan. Di tengah kemelut ini, di antara konflik mereka yang saling menjatuhkan, yang saling menyerang demi melegakan dahaga kekuasaannya, telah jelas dan terbukti bahwa kepentingan masyarakat secara keseluruhan telah terabaikan. Bangsa ini hanya jalan di tempat, sementara politikus menurut benderanya bersama aparat yang terkait secara emosional politis  mengutak-atik sistem yang baku menjadi kostumasi. Dengan demikian keluaran dari sistem ini dapat sesuai dengan kehendak mereka.

Bagi mereka, keluaran ini mungkin bisa menenangkan meski bersifat sementara. Bagi masyarakat umum yang tidak terkait secara emosional politis, itu adalah ketidakpastian. Itu artinya masyarakat berhak meragukan dan meminta kalian semua mundur, mengembalikan kendali pemerintahan ini kepada kondisi yang sesuai dengan cita-cita luhur mencapai kemakmuran dan kesejahteraan bangsa tanpa ribut-ribut yang berkepanjangan.

Penguatan Rupiah Tidak Membuat Harga Pertamax Turun


Dengan kendaraan saya yang sama yang dapat bergerak sejauh 100 km dengan 10 liter pertamax, di tahun 2009 saya perlu membeli Pertamax dan mennghabiskan sedikitnya Rp 65.000. Hari ini, untuk menempuh jarak yang sama saya harus menghabiskan uang sebanyak Rp 89.000. Perlu saya jelaskan disini bahwa 100 km adalah jarak tempuh tetap saya dari rumah ke kantor untuk selama dua hari. Sebagai pekerja yang produktif, jika perbedaan ini menjadi tetap dalam setahun saja, dan jika diasumsikan saya bekerja selama 250 hari, saya jelas mengalami kerugian sebesar Rp 3.000.000. Aneh… ditengah penguatan rupiah, dan yang katanya ekonomi menguat saya merugi 3 juta rupiah per tahun dan itu baru untuk transportasi pribadi saja.
Kerugian ini tentulah mempunyai dampak pada kemampuan daya beli saya. Jika hal yang sama terjadi pada sejumlah besar pekerja produktif, artinya ada sejumlah besar masyarakat yang menurun daya belinya sehingga juga mempengaruhi perputaran roda ekonomi pada tingkat tertentu. Jadi dimana sebenarnya pengaruh penguatan rupiah ini.
Nah untuk mempertahankan daya beli saya, mau tak mau saya terdorong menggunakan BBM bersubsidi. Tetapi itu tidak mungkin dilakukan. Karena desain kendaraan sekarang pun sudah mempertimbangkan penggunaan Pertamax, sehingga bila ini tetap dipaksakan, maka saya pun akan mengalami kerugian yang lebih besar lagi, harga spare part sudah lazim meningkat dari menurun. So, kasihan juga.

Selasa, 29 November 2011

Mungkinkah Lift Terjerembab dan Hancur di Lantai Dasar?

Jika anda berada di lantai dasar dan ingin naik ke lantai teratas gedung yang tingginya 508 meter, dan tiba disana hanya dalam waktu kurang dari satu menit, saat ini hanya bisa terjadi di The Taipei Financial Center. Lift gedung ini mempunyai kecepatan maksimum 1,010 meter per menit (60.6 km per jam), hampir 3 kali kecepatan lift Wisma 46 Kota BNI yang tinggi gedungnya hanya 250 m.
Kecepatan elevator 60.6 km per jam (1,010 meter per menit) ini adalah rekor dunia sebagaimana yang tercatat dalam Guinness World Records edisi 2006. Kecepatan ini bisa tercapai karena elevator dilengkapi sejumlah peralatan hasil produksi teknologi tinggi.

Bergerak dengan kecepatan ini, konstruksi elevator haruslah dilengkapi dengan perangkat pengaman khusus seperti bantalan (bearing) yang tahan hingga temperature melebihi 1000°C. Selain itu, tentu saja dilengkapi dengan peralatan sistem pengendalian yang mampu meredam getaran termasuk getaran electromagnetic yang timbul akibat kecepatan tinggi tersebut. Teknik ini membuat elevator dapat dioperasikan tanpa suara yang berisik.

Perangkat lain yang juga penting adalah system pengendali tekanan di lorong konstruksi elevator. Tinggi lorong konstruksi elevator The Taipei Financial Center adalah 388 meter. Saat elevator bergerak naik kecepatannya bisa mencapai 1,010 mpm ditempuh dalam 38 detik, dan saat bergerak turun maksimum kecepatan adalah 600 mpm yang ditempuh dalam 48 detik. Perbedaan tekanan atmosfir antara lantai berangkat dan tujuan adalah 48 hPa atau 0.047 atm (atmosfir standar). Sistem ini berfungi mengendalikan tekanan agar kenyamanan tetap dirasakan meski perubahan tekanan secara mendadak terjadi.

Kapsul pada Elevator dirancang dengan bentuk yang aerodinamis sehingga pada kecepatan tinggi udara dalam lorong elevator dapat ditembus secara halus dan tidak menimbulkan suara yang berisik sebagaimana yang terjadi pada elevator konvensional.

Dengan meningkatnya pembangunan gedung-gedung pencakar langit, maka kebutuhan elevator dengan kecepatan tinggi juga meningkat. Elevator masih tetap menjadi system transportasi vertikal di gedung pencakar langit metropolitan.

Mungkin karena telah menjadi kebiasaan sehari-hari, mereka yang bekerja atau tinggal di kota -kota metropolitan, yang dari waktu ke waktu bergerak dari satu lantai ke lantai lainnya  dengan menggunakan elevator, hampir tidak memikirkan bagaimana cara kerjanya. Sampai suatu kejadian kecil seperti terjebak dalam lift saat arus listrik padam. Tetapi selain daripada itu, pertanyaannya adalah seberapa baikkah kerja peralatan pengaman yang dipasang pada konstruksi elevator?

Berikut adalah salah satu  model penjelasan yang diambil dari salah satu artikel di http://science.howstuffworks.com/elevator3.htm
Mungkin anda pernah menonton beberapa cerita film yang memperlihatkan suasana panik dan mencekam ketika kabel lift putus.   Lift seketika meluncur kencang ke bawah, beberapa kali membentur bagian-bagian lorong lift sebelum terjerembab hancur disertai ledakan dan bola api yang dahsyat saat terhempas di lantai dasar.  Bahkan di Disney Land ada satu atraksi menguji keberanian pengunjung dengan menaiki elevator yang meluncur ke bawah seperti tak terkendali melewati 13 lantai.

Untungnya, elevator dalam dunia nyata memiliki banyak perangkat pengaman, sehingga hal semacam itu tidak pernah terjadi.
Dalam sistem elevator menggunakan kabel, kabel baja yang melewati sistem katrol (lihat 1), diikatkan pada bagian atas kabin elevator. Pengertian sistem katrol adalah katrol dengan permukaan yang beralur, terletak pada bagian pucak konstruksi elevator. Alur pada sistem katrol berfungsi menggenggam kabel baja (lihat 2). Jadi pada saat mesin listrik memutar sistem katrol, kabel juga ikut bergerak (lihat 3) dan kabin elevator juga bergerak (lihat 4). Kabel yang mengangkat kabin elevator juga dihubungkan dengan sistem kesetimbangan beban, yang menggantung pada sisi yang berlawanan dari sistem katrol. Kabin dan sistem kesetimbangan beban kedua-duanya meluncur pada sepanjang jalur rel baja.


Setiap kabel elevator dibuat dari kumpulan material baja yang panjang yang memlilit satu sama lain. Kabel ini sangat jarang bisa terputus tiba-tiba, apalagi dengan inspeksi yang regular dilakukan untuk mengamati tingkat keausannya. Kenyataannya meski kabel bajapun tetap saja bisa rusak. Jadi apa yang bisa terjadi selanjutnya?
Hampir semua katrol elevator didisain untuk beberapa pasangan kabel - totalnya antara empat dan delapan. Jadi meskipun satu kabel yang terputus, sisa kabel yang lain akan tetap dapat menahan kabin elevator ke atas. Sebenarnya meskipun hanya satu kabel yang tersisa akan tetap mampu menahan kabin elevator ini.
Safeties (Tambat Pengaman) dan Governor


Seandainya semua kabel ternyata terputus, bagaimana jadinya? Pada kondisi ini, secara otomatis tambat pengaman elevator (elevator’s safeties) akan tertendang mengait ke klem yang ada di jalur rel baja. Tambat pengaman (Safeties) adalah sistem pengereman pada kabin elevator yang mencengkram kedalam klem yang ada di alur rel baja untuk jalur naik dan turunnya poros elevator (lihat 1).

Beberapa tambat pengaman menjepit rel tersebut, sementara yang lain mengarahkan ganjalan ke dalam lekukan yang ada di rel tersebut (lihat 2). Biasanya tambat pengaman di aktivasi oleh kecepatan mekanis governor.

Governor adalah katrol yang berputar ketika elevator bergerak. Pada keadaan governor berputar sangat cepat, gaya sentrifugal akan segera mengaktifkan sistem pengereman.
Di bagian dasar

Jika ternyata safeties (tambat pengaman) gagal berfungsi, kabin elevator bisa anjlok meluncur, tetapi bukan jatuh bebas. Terjadi hambatan sepanjang rel dan hambatan oleh tekanan dari bagian bawah kabin. Hambatan ini akan semakin memperlambat gerak kabin (anda akan merasakan lebih ringan dari kondisi normal). Saat terjadi benturan, kabin akan terhenti dan anda akan terpental ke lantai.

Dalam kasus ini, ada dua hal yang akan membalkan benturan. Pertama, waktu terjatuh, kabin elevator akan memampatkan udara di bagian dasar lorong poros elevator, pengertiannya hampir sama dengan kerja piston pompa sepeda ketika ditekan. Tekanan udara akan memperlambat gerak turunnya kabin elevator. Kedua, kebanyakan elevator memiliki peredam getaran juga pada bagian dasar porosnya - biasanya berupa piston dengan silinder yang berisi minyak. Kondisi inilah yang menhindarkan benturan yang fatal (lihat 2).

Jika semua alat pengaman ini ada ditempat yang semestinya, dan inspeksi secara teratur dilakukan, serta perawatan dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku, maka anda akan punyai kesempatan luar biasa untuk selamat jika menghadapi kecelakaan elevator.

Senin, 28 November 2011

Terjadi Kematian Masal Sapi Perah

Pada tahun 2008 diduga terjadi kematian sapi perah yang mengemparkan seluruh pelosok tanah air.  Tidak tanggung-tanggung kasus kematian yang diduga sapi ini telah menyeret beberapa pejabat tinggi negara ke DPR untuk dimintai keterangannya. Uniknya sampai saat ini kasus kematian itu belum tuntas benar apa penyebabnya dan siapa yang bertanggung-jawab. Diduga sebagai sapi perah, sapi ini sebenarnya telah menghasilkan Rp 6,7 triliun sebagai nilai cairan susu segar yang dicurahkan langsung dari sumbernya (Bank Indonesia). Kasus ini lebih populer dikenal sebagai Century Gate.

Sapi perah diternakan untuk menghasilkan susu. Susu adalah sumber nutrisi terbaik, tidak hanya mengandung kalsium yang tinggi untuk tulang, tetapi juga mengandung gizi utama seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

Dalam liputan Antara News menyebutkan, tingkat konsumsi susu Indonesia adalah terendah di Asia Tenggara, yaitu hanya 11,7 liter  di bawah Vietnam yang mencapai 15 liter per kapita. Dengan jumlah penduduk 237 juta,  sedikitnya diperlukan 2,8 milyar liter susu per tahun agar penduduk Indonesia bisa bertumbuh kuat dan sehat.

Selanjutnya bila digunakan harga susu sapi dunia Rp 6000 per liter, maka biaya yang dihabiskan untuk konsumsi susu saja dapat mencapai Rp 16,6 triliun per tahun. Untuk itu diperlukan 760 ribu sapi yang siap diperah setiap hari, dengan asumsi setiap satu ekor sapi perah hanya mampu berproduksi 10 liter per hari.

Menjelang tahun 2014, berkaitan dengan pesta demokrasi pemilihan umum calon legislatif dan presiden, dipastikan konsumsi susu akan meningkat drastis. Jika mempertimbangkan total biaya kampanye pilpres 2009 yang teraudit (di luar biaya kampanye pemilihan legislatif) yang mencapai Rp 600 milyar, dan  umumnya dana sebesar itu  datang dari para penyumbang kakap yang ingin jagoannya menang dalam pemilu tersebut, maka jelas partai-partai tentu akan memerlukan dana lebih besar lagi bila ingin sukses dalam pesta demokrasi itu. Cara-cara lama yang digunakan, seperti dugaan pada Century Gate yang dianggap telah merugikan negara Rp 6,7 triliun (atau kalau disetarakan sama dengan kematian masal produksi 300 ribu sapi perah dalam setahun), sedapat mungkin akan dihindari oleh para pemain ini.

Mengingat Century Gate menjadi kasus yang berkepanjangan, dicurigai melibatkan partai-partai besar bermain di dalamnya hingga penuntasan kasus tersebut hanya berjalan di tempat. Sementara tokoh-tokoh yang dicurigai terlibat pun juga bermain kartu dengan memaparkan borok-borok pengemplangan pajak dari para penggugat Century. Jelas, dampak yang ada saat ini adalah status quo. Kondisi masyarakat dengan segala kebutuhannya telah terabaikan karena sebagian besar pengurus negara ini hanya sibuk mengurusi melindungi diri dan partainya dari jeratan hukum. Untuk itu kebutuhan biaya kampanye yang diduga biasanya datang dari satu sapi perah, untuk tahun 2014 strategi seperti ini kemungkinan besar akan diperhalus dengan cara memelihara beberapa sapi perah, yang mana jika diperah pun sapinya tidak akan langsung mati lagi. Misalnya dengan cara memanipulasi  harga saham krakatau steel yang telah diprivatisasi, atau jika Pertamina bisa mengakuisisi Medco yang tentu saja dengan harga saham yang dihitung dapat memberikan gain sampai  nilai tertentu… dsb.

Tetapi jika mau menerima saran, sebaiknya untuk pemilu 2014, partai-partai besar mulailah memelihara sapi perah benaran saja. Mengingat Indonesia ini begitu luas, masih banyak tanah kosong yang bisa digunakan untuk beternak sapi. Dengan harga susu sapi dunia Rp 6.000 per liter, dalam setahun partai-partai bisa mendapatkan Rp 6,7 triliun hanya dengan memelihara 300 ribu ekor sapi perah saja. Apalagi jika setelah usai pesta demokrasi, sapi-sapi perah itu dibagikan kepada masyarakat bawah untuk dilanjutkan berproduksi, maka yakinlah every body will be happy.